Berbakti Tanpa Syarat

Berbakti Tanpa Syarat

Dalam keseharian, seringkali ada hal-hal yang salah dilakukan oleh ayah dan ibu. Baik yang salah dalam pandangan syari`at maupun kebiasaan. Tapi, sejatinya ketika berkaitan dengan orangtua, hendaknya seorang anak tidak hitam-putih menyikapinya, hanya melihat benar atau salah. Ada permakluman yang perlu dikedepankan, ada adab yang senantiasa perlu dijaga, sekalipun keduanya memang salah.

“Oh, mungkin orangtua belum tahu…”

“Oh, zaman ayah dan ibu muda dulu kan kajian keislaman tidak seramai sekarang.”

“Oh, pemikiran orangtua ini terbentuknya dalam proses panjang. Saya pun harus pelan-pelan untuk memperbaikinya.”

“Ada anak yang memiliki orangtua yang baik agar ia bersyukur. Oh, mungkin kebaikan Allah untuk saya bentuknya berbeda. Allah ingin memberi saya pahala besar dengan bersabar atas sikap orangtua.”

“Oh.. dan oh..”

Berbakti tentu bentuknya tidak selalu dengan menuruti, karena ada orangtua yang mengajak kepada kemaksiatan. Tapi, berbakti selalu berbentuk akhlak yang mulia. Menyikapi perintah yang salah pun dengan kesantunan. Tidak dengan nada tinggi, wajah amarah, apalagi mengeluarkan ayat dan hadits seketika.

Baca hikmah selengkapnya, klik, Berbakti Tanpa Syarat.

~
Sumber foto: https://www.focusonthefamily.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published.